Manusia Yang Unggul dalam Humanitas, Kecerdasan, Kajujuran, Kedisiplinan, dan Pelayanan
Dalam suasana Masa Prapaskah dan Ramadhan, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengadakan kegiatan Renungan Prapaskah dan Tausiah Ramadhan yang dilaksanakan secara bergantian setiap hari Rabu dan Jumat, lima menit sebelum pulang sekolah. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama bagi seluruh warga sekolah dalam memperdalam nilai-nilai iman dan spiritualitas.
Pada hari Rabu, dilaksanakan renungan Masa Prapaskah, sedangkan pada hari Jumat diisi dengan tausiah Ramadhan. Seluruh rangkaian kegiatan disampaikan oleh petugas yang telah dijadwalkan dan dikoordinasikan oleh Seksi Bidang Kerohanian OSIS SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menjaga dan menumbuhkan sikap toleransi antarumat beragama di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, seluruh warga sekolah dapat saling memahami makna dan praktik ibadah dalam masing-masing agama. Setiap kelas mendapatkan giliran untuk bertugas membawakan renungan, yang disampaikan dengan penuh penghayatan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Hal ini semakin mempererat rasa kebersamaan dan kekeluargaan dalam keberagaman.
Dari setiap renungan yang disampaikan, warga sekolah dapat memahami bahwa dalam Masa Prapaskah terdapat praktik puasa dan pantang, di mana umat Katolik menjalankan pantang, seperti tidak mengonsumsi daging pada hari-hari tertentu, khususnya Rabu dan Jumat. Sementara itu, dalam bulan Ramadhan, umat Muslim menjalankan ibadah seperti salat tarawih, sahur, berbuka puasa, dan berbagai amalan lainnya.
Perbedaan agama bukanlah penghalang untuk hidup dalam persaudaraan. Justru melalui perbedaan, kita belajar untuk saling menghargai dan melengkapi. Mari terus menjunjung tinggi nilai toleransi demi terciptanya harmoni dalam keberagaman yang indah.
Salam Xavepa Gemilang!
Penulis: OSIS Bidang Kerohanian
Editor: Vincen Simatupang
Bandar Lampung – SMP Xaverius 2 Bandar Lampung (SMP Xavepa) terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya daerah melalui program Kamis Beradat. Program ini menjadi dukungan sekolah atas kebijakan Pemerintah Provinsi Lampung berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan penggunaan bahasa Lampung dan batik/wastra khas Lampung setiap hari Kamis, sekaligus menjadi bagian dari upaya strategis sekolah dalam menanamkan nilai-nilai budaya Lampung kepada seluruh warga sekolah, khususnya peserta didik.
Kamis Beradat dilaksanakan secara rutin setiap hari Kamis dengan mendorong penggunaan bahasa Lampung dalam berbagai aktivitas, seperti kegiatan pembelajaran, pelayanan, serta komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah. Langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali fungsi bahasa daerah sebagai alat komunikasi aktif, bukan sekadar materi pembelajaran formal.
Kepala SMP Xaverius 2 Bandar Lampung menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai agen pelestarian budaya. “Melalui pembiasaan penggunaan bahasa Lampung, kami ingin membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat,” ujarnya.
Selain penggunaan bahasa daerah, program ini juga diperkuat dengan penerapan busana batik khas Lampung bagi tenaga pendidik dan Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Kamis. Penggunaan batik daerah ini menjadi simbol kebanggaan sekaligus bentuk nyata pelestarian warisan budaya lokal.
Beberapa kegiatan dalam program Kamis Beradat di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung telah dilaksanakan, antara lain:
Paradenei (puisi adat Lampung) sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai etika dan penghormatan dalam budaya Lampung,
Musik tradisional cetik untuk menumbuhkan apresiasi terhadap seni musik daerah,
Pengenalan kain tapis sebagai warisan budaya yang sarat nilai filosofis,
Penanaman nilai Piil Pesenggiri sebagai dasar pembentukan karakter yang beretika dan bermartabat.
Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran budaya di kalangan generasi muda serta menjadikan sekolah sebagai ruang hidup bagi praktik budaya lokal. SMP Xavepa juga menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak agar implementasi program ini dapat berjalan secara konsisten dan inklusif.
Melalui Kamis Beradat, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai kearifan lokal. Program ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi muda Lampung yang berkarakter, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya.
Salam Unggul Transformatif Berkarakter Kolaboratif dalam Kemandirian,
SMP Xavepa Gemilang.
Banyak generasi muda yang memiliki potensi besar dalam dunia kepenulisan. Melihat hal tersebut, para sastrawan dan pihak perpustakaan berinisiatif untuk mendukung serta mengembangkan bakat-bakat tersebut melalui sebuah kegiatan bertajuk “Kemah Sastra”. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya para sastrawan muda untuk belajar, berdiskusi, serta menciptakan karya tulis bersama para sastrawan berpengalaman.
Dari ratusan peserta yang mengikuti lomba cipta puisi dan cipta cerpen, dilakukan proses seleksi hingga terpilih 20 peserta terbaik yang berhak mengikuti Kemah Sastra. Salah satu peserta yang berhasil lolos seleksi tersebut adalah Yuvanka Prasista (kelas 8A), yang mengikuti kategori lomba cipta cerpen. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar yang dapat terus diasah dan dikembangkan.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan intensif, tetapi juga berkesempatan untuk berkolaborasi dan memperdalam kemampuan menulis bersama para sastrawan terkenal. Dari 20 peserta terpilih, selanjutnya akan diseleksi kembali untuk menentukan juara satu, dua, dan tiga dari setiap jenjang serta setiap jenis karya dalam tahap semifinal.
Kemah Sastra dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada tanggal 6 hingga 9 April 2026. Sebagai hasil akhir dari kegiatan ini, karya-karya sastra para peserta akan diterbitkan dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Lampung. Proses penerbitan ini tentunya dilakukan dengan pendampingan para sastrawan, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berkualitas dan bernilai budaya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta dapat semakin percaya diri dalam berkarya serta mampu menjadi generasi muda yang literat, kreatif, dan berkontribusi dalam dunia sastra di masa depan.
Penulis:
Yuvanka Prasista (8A)
Laudato Si’ merupakan ensiklik Paus Fransiskus tahun 2015 yang menyerukan “pertobatan ekologis” global untuk merawat bumi sebagai “rumah bersama”, menjadi salah satu perhatian serius untuk terus digiatkan bersama seluruh warga sekolah di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung. Tahun ini sekaligus menjadi momentum untuk ikut aktif ambil bagian dalam semangat Arah Dasar (Ardas) Tahun ke-9 Keuskupan Tanjungkarang periode 2026 dengan mengusung tema “Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup”.
Lingkungan sekolah dengan udara yang sehat salah satunya memerlukan penghijauan yang intensif. Kualitas udara yang bersih terbukti meningkatkan konsentrasi, mengurangi ketidakhadiran siswa karena sakit (asma/alergi), serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif bagi kesehatan fisik yang akan memengaruhi kesehatan mental. Menanam pohon di sekitar area sekolah berfungsi sebagai penyaring alami yang menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen (O₂), sehingga udara menjadi lebih segar. Dengan banyaknya tanaman di sekitar sekolah, udara menjadi lebih segar, bersih, dan sehat untuk dihirup.
Giat Laudato Si’ ini dimulai dengan menanam pohon di tiap kelas untuk menambah cadangan oksigen sebagai sumber udara bersih di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan setelah misa Jumat pertama bulan Februari, tepatnya Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan diawali dengan doa Ardas Tahun ke-IX Keuskupan Tanjungkarang Tahun Cinta Kehidupan dan Lingkungan Hidup. Setelah itu, semua pohon baru yang ditanam diberkati oleh RD Fritz, DSA sebagai simbol harapan, kehidupan, dan keberlanjutan. Sekolah berharap pohon yang diberkati menjadi simbol doa untuk masa depan. Hal ini melambangkan kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan bagi generasi mendatang. Berkat dan doa bertujuan agar pohon tumbuh subur dan menjadi perantara kebaikan bagi lingkungan sekitar. Merawat pohon sama dengan merawat makhluk hidup ciptaan Tuhan.
Kegiatan ini mengawali Giat Laudato Si’ di SMP Xaverius 2 Bandar Lampung, dengan harapan dapat terus berkelanjutan sehingga seluruh warga sekolah semakin peduli dalam merawat bumi. Dalam hal ini, lingkungan sekolah merupakan salah satu aspek penting yang diperhatikan oleh semua warga sekolah karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak serta kesehatan seluruh warga sekolah. Semakin banyak pohon yang ada di lingkungan sekolah, maka semakin banyak cadangan oksigen. Mari ikut ambil bagian dalam Giat Laudato Si’ secara terus-menerus di mana pun kita berada untuk menjaga dan merawat bumi sebagai rumah kita.
Salam Unggul Transformatif Berkarakter Kolaboratif dalam Kemandirian,
SMP Xavepa Gemilang.
SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengadakan kegiatan RAMSY (Ramadhan Sharing by Youth) pada Rabu, 25 Februari 2025. Kegiatan ini dimulai dengan menyiapkan barang-barang yang akan dipakai untuk membuat es buah dan makanan ringan lainnya. Kami semua memasukkan beberapa jenis makanan ringan ke dalam mika dengan rapi.
Lalu kami memotong beberapa jenis buah hingga menjadi kecil-kecil. Buah-buahan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah besar dan dicampurkan dengan sirup serta susu sehingga menjadi es buah yang tampak menggugah selera. Kami bekerja sama dengan penuh semangat dan saling membantu agar semua takjil dapat disiapkan tepat waktu.
Beberapa teman juga menyiapkan meja untuk membagikan takjil gratis serta membawa makanan dan minuman yang sudah disiapkan sebelumnya. Setelah semuanya siap, kami mulai membagikan takjil kepada orang orang Banyak sekali orang yang antusias menerima takjil tersebut, terutama orang-orang yang membutuhkan. Kami merasa sangat senang mereka menerima takjil yang kami berikan. dengan semangat.
Kegiatan RAMSY ini mengajarkan kami tentang arti berbagi dengan tulus dan ikhlas tanpa mengharapkan balasan. Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa berbagi dapat membawa kebahagiaan, bukan hanya bagi penerima, tetapi juga bagi kami yang memberi. Demikianlah rangkaian kegiatan RAMSY.
Salam Xavepa Gemilang
Genggam Masa Depan Cemerlang
Clara Olivia Bun
Pada 13 Februari 2026, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung mengadakan lomba foto bersama per kelas dalam rangka merayakan Hari Valentine dan Imlek. Kegiatan diawali dengan siswa-siswi SMP Xaverius 2 melakukan perwalian terlebih dahulu dengan wali kelas masing-masing. Setelah perwalian selesai, siswa-siswi mempersiapkan lomba foto bersama di kelas dengan keunikan gaya foto, hiasan kelas, dan memakai baju sesuai dresscode yang diwajibkan, yaitu pakaian bertema Valentine. Dengan serentak, para siswa mengenakan pakaian berwarna merah, pink, biru, dan putih yang melambangkan kasih sayang dan kebersamaan. Suasana sekolah tampak meriah dan penuh warna. Setiap kelas berusaha tampil kompak dan kreatif saat sesi foto berlangsung. Para wali kelas juga ikut mendampingi dan menyemarakkan kegiatan tersebut.
Setelah sesi lomba foto selesai, siswa-siswi diberikan waktu untuk mengikuti acara bebas. Pada sesi ini, para siswa dapat beristirahat sejenak, berbincang bersama teman-teman, berfoto tambahan, serta menikmati suasana perayaan dengan santai. Beberapa kelas juga memanfaatkan waktu tersebut untuk merapikan dekorasi dan mendokumentasikan momen kebersamaan mereka.
Setelah acara bebas berakhir, seluruh siswa dan guru berkumpul di lapangan untuk mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Cimory. Kegiatan di lapangan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Setelah seluruh rangkaian acara di lapangan selesai, siswa-siswi kembali ke kelas masing-masing untuk melanjutkan kegiatan menghias kelas dengan tema Imlek. Setiap kelas menampilkan dekorasi yang unik dan kreatif, seperti lampion merah, angpao hias, serta ornamen khas Imlek lainnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa toleransi, kreativitas, dan kerja sama antar siswa. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan stand PUSH (Pedagang Usia Sekolah) yang menjual berbagai perlengkapan yang dapat digunakan untuk menghias kelas.
Hari itu menjadi momen yang menyenangkan dan berkesan bagi seluruh keluarga besar SMP Xaverius 2 Bandar Lampung karena dipenuhi dengan kebersamaan, kreativitas, dan semangat. Demikianlah rangkaian kegiatan perayaan Hari Valentine dan Imlek.
Salam Xavepa Gemilang
Genggam Masa Depan Cemerlang
Penulis: Stefani Keneisha
Selain merayakan Valentine dan Imlek pada tanggal 13 Februari 2026, SMP Xaverius 2 Bandar Lampung juga mengadakan kegiatan bersama Cimory yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Seluruh murid berkumpul di halaman depan kelas 9D untuk mengikuti kegiatan tersebut. Suasana sejak awal sudah terasa meriah namun tetap tertib. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Community of Love dan Rukun Sama Teman secara bersama-sama. Melalui lagu-lagu tersebut, para murid diajak untuk menumbuhkan rasa persatuan, saling menghargai, dan mempererat persahabatan.
Setelah sesi bernyanyi, kegiatan dilanjutkan dengan agenda dari Cimory. Pihak Cimory membagikan yogurt stick kepada para murid. Pembagian ini disambut dengan antusias karena selain menyenangkan, produk yang diberikan juga bermanfaat bagi kesehatan. Selain itu, murid-murid juga berkesempatan untuk berfoto bersama maskot Cimory, yang menambah keseruan acara.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para murid beristirahat dengan perasaan senang. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga mempererat kebersamaan di lingkungan sekolah. Demikianlah rangkaian kegiatan bersama Cimory.
Salam Xavepa Gemilang
Genggam Masa Depan Cemerlang
Penulis: Marlene Abigail Liguna
Upacara Bendera SMP Xaverius 2 Bandarlampung: Kedisiplinan
Pada Selasa, 10 Januari 2026, SMP Xaverius 2 Bandarlampung melaksanakan upacara bendera Merah Putih pada pagi hari yang penuh motivasi di lapangan sekolah. Kali ini, petugas upacara dipercayakan kepada siswa-siswi kelas 8B yang menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh dan terorganisasi, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar.
Upacara dipimpin oleh pembina upacara, Ibu Christina Natalia Setyawati, yang memberikan amanat kepada seluruh peserta upacara. Pada kesempatan tersebut, sesi berbagi praktik baik disampaikan oleh Defran Elkindo dari kelas 8D. Dalam paparannya, Defran mengangkat topik tentang kedisiplinan serta menjelaskan pentingnya kedisiplinan sebagai bentuk ketaatan, kepatuhan, dan keteraturan seseorang terhadap peraturan. Menurutnya, dengan kedisiplinan seseorang akan menjadi lebih taat, patuh, tepat waktu, dan bertanggung jawab, sehingga kehidupan menjadi lebih teratur. Ia juga menekankan bahwa kedisiplinan merupakan kunci utama kesuksesan dan pembentukan karakter pelajar dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Lebih lanjut, Defran menjelaskan beberapa contoh penerapan kedisiplinan, yaitu dengan membiasakan perilaku disiplin secara konsisten sejak dini. Contoh yang sering dijumpai di sekolah antara lain datang tepat waktu, tidak menyontek, serta menaati tata tertib sekolah. Hal ini juga didukung oleh berbagai program sekolah, seperti Assam Bassa dan Tapis Berseri, yang mendorong seluruh warga sekolah untuk semakin disiplin dan taat terhadap peraturan. Ia juga menambahkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kedisiplinan tentu akan diberikan sanksi yang logis dan sepadan dengan pelanggaran yang dilakukan.
Setelah sesi praktik baik disampaikan, pembina upacara memberikan apresiasi kepada Defran serta mengajak seluruh peserta upacara memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada petugas upacara kelas 8B yang telah menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan lancar. Dalam penutup amanatnya, pembina upacara kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam pembentukan karakter pelajar agar dapat berkembang menjadi pribadi yang taat, teratur, dan patuh terhadap aturan di lingkungan sekitar.
Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Sai Wawai juga ditampilkan satu penampilan English Speech yang dibawakan oleh Angel dan Lily dari kelas IX B. Melalui speech tersebut, keduanya mengajak seluruh peserta upacara untuk mengenang perjalanan selama menempuh pendidikan di SMP, mulai dari masa adaptasi di kelas VII, tantangan di kelas VIII, hingga refleksi dan persiapan menghadapi masa depan di kelas IX. Penampilan yang dibawakan dengan percaya diri ini mampu memberikan inspirasi sekaligus motivasi kepada seluruh peserta upacara untuk menghargai setiap proses perjalanan belajar yang sedang dijalani.
Melalui pelaksanaan upacara yang tertib dan penuh makna ini, diharapkan seluruh warga SMP Xaverius 2 Bandarlampung semakin menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk terus berkembang menjadi pelajar yang berkarakter.
Penulis: Jocelynn Karunia Surtan (8B)
Isi Speech
English Speech for Sai Wawai (10/02/2026)
Good morning, everyone.
First of all, let me introduce myself. I’m Angel, and the person next to me is Lily. We are both from Ninth B, and today we are going to give a short speech about our junior high school journey. So, let us begin by rewinding our memories to seventh grade.
Back in seventh grade, we were complete strangers. We didn’t know each other, and we had to adapt to a new environment in a new school. At first, everything felt very awkward because we had to talk to classmates we had never met before. However, the rest of seventh grade turned out to be very enjoyable. We spent a lot of fun moments together, made many friends, and learned many things from both our mistakes and our achievements—even the small achievements that still felt meaningful. At that time, we didn’t think much about the future; we simply focused on enjoying our days.
The next year was eighth grade. We gathered on the school field to hear the announcement of class divisions. At first, I felt very excited because I wanted to know who my new classmates would be. However, Lily and I were separated for a year. It was a sad moment because the friends we knew before were now in different classes. For me, it felt like a disaster because I didn’t know anyone around me. Everything was very different from seventh grade. Still, I knew I had to continue the journey. As time passed, I successfully went through eighth grade, and then we had to face the “final boss” of junior high school: ninth grade.
And now, here we are in ninth grade. When we found out through the school website that we were finally in the same class again, I felt genuinely happy. A year without your close friend can feel very long. Time flies so fast, and now we are already in the last semester. We only have a few months left together. During this time, we must prepare for many activities and important tests such as the Try Out, Academic Ability Test, school exams, and others.
Not only that, in the next few months we also have to choose our next path—our senior high schools. Some of us may have to walk different paths because we choose different schools, and that means we may be separated from our friends again. However, we still have time to enjoy these busy but precious moments in our final semester together, until graduation day comes—the final farewell. It will be the last time we stand as junior high school students, but our life journey will continue because there is still a long road ahead of us.
And that’s all for today. On behalf of Ninth B, thank you very much for your attention.
Goodbye.
© Copyright 2019 SMP Xaverius 2 Bandar Lampung